Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Indeks harga saham gabungan sepanjang pekan kedua bulan Mei ini mencatat kenaikan sebesar 93,81 poin (3,95%) ditutup pada level 2.468,84 sejalan dengan rencana aksi korporasi beberapa emiten unggulan dan aksi beli investor asing. Pergerakan bullish IHSG selama sepekan kemarin diantaranya dimotori oleh kenaikan harga saham emiten otomotif, perbankan, semen, pertambangan, dan kelapa sawit.
IHSG bergerak sejalan dengan gain saham ASII yang naik 6,45% ke posisi Rp21.450. Penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik sebesar 47% dibandingkan April tahun lalu memberikan sentimen positif bagi saham Astra Internasional setelah sepekan sebelumnya tertekan oleh kenaikan BI rate dan inflasi April.
Saham BNGA dan LPBN ikut mendongkrak IHSG hingga akhir pekan seiring sentimen positif terkait rencana Bumiputera-Commerce Holding Bhd yang akan mempercepat proses Bank Niaga dan Bank Lippo. Saham BNGA naik 32,86% ke level Rp930 dan LPBN naik 23,81% ke level Rp2.600. Saham perbankan lainnya, BMRI naik 3,48% dan BBRI naik 5,79% dalam sepekan
Dari emiten semen, saham INTP naik 16,24% ke posisi Rp6.800 dan SMCB naik 18,48% ke posisi Rp1.090 terkerek oleh laporan penjualan semen domestik bulan April 2008 yang naik sebesar 53% (yoy). Kenaikan INTP juga terkait kebijakan dividen Indocement Tunggal Perkasa yang akan membagikan dividen sebesar 15% dari laba bersih 2007 dan menyiapkan dana sebesar Rp6,71triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi.
Saham TINS naik 3,01% ke level Rp34.250 dan BUMI naik 8,84% ke level Rp8.000. PT Timah berencana untuk mengakuisisi empat tambang batubara senilai Rp2triliun di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Kenaikan BUMI terkait rencana Bumi Resources untuk buyback saham tahun ini dan kenaikan harga jual batubara Bumi Resouces ke Jepang senilai $132 per metrik ton atau dua kali lipat dari tahun lalu
Penguatan IHSG selama sepekan juga sejalan dengan gain saham emiten kelapa sawit seperti AALI, UNSP, dan TBLA. Saham AALI naik 5,52%, UNSP naik 3,53%, dan TBLA naik 8,77%. Emiten kelapa sawit bergerak positif seiring kenaikan harga CPO di bursa Malaysia yang menyentuh level $1,094 dalam pekan kemarin untuk pengiriman Juli, yang merupakan level tertinggi dalam empat pekan terakhir. Bakrie Sumatera Plantations mencari dana $80juta dari private equity fund untuk menggarap bisnis CPO dengan skema joint venture melalui anak usahanya yaitu PT Bakrie Sentosa Persada. Tunas Baru Lampung berencana untuk menambah 15,000 hektar perkebunan kelapa sawit di Jambi.
IHSG juga tertopang saham PGAS, KARK, dan BHIT. Dalam sepekan, saham PGAS bergerak naik 6,74%, Dayaindo Resources Internasional naik 13,33%, dan Bhakti Investama naik 10,20%. Perusahaan Gas Negara berencana untuk stock split 1:5. Saham, Dayaindo berencana membeli perusahaan tambang batubara PT Risna Karya Wardhana Mandiri senilai Rp93miliar dan Bhakti Investama berencana untuk buyback saham senilai Rp500miliar. Selain itu, saham Arpeni Pratama Ocean Line naik 10,64% ke posisi Rp520, Arpeni berencana untuk membeli empat kapal Panamax senilai US$180juta.
Rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM ikut mendongkrak IHSG seiring penilaian positif dari investor asing karena berpotensi menurunkan defisit APBN-P 2008 dari Rp94,5 triliun (2,1%) menjadi Rp82,3 triliun (1,8%), utang luar negeri yang diperlukan untuk menutup defisit APBN-P 2008 pun akan turun sebesar Rp12,2triliun. Di samping itu, pergerakan harga minyak dunia yang steady di level $125 per barel dan rencana pemerintah AS yang akan menerbitkan Undang-Undang yang membatasi aksi spekulan di bursa komoditas ikut menjadi penggerak positif bursa saham regional Asia Pasifik termasuk Indonesia. Dalam sepekan, investor asing di BEI membukukan total net buy sebesar Rp1.061miliar.
Senin, Mei 19, 2008
Rabu, Mei 14, 2008
Ulasan Pasar 14 Mei 2008
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Bursa saham terus melanjutkan kenaikan hingga penutupan hari ini. IHSG ditutup naik 30,44 poin (1,26%) ke level 2.449,33 ditopang oleh selective buying saham-saham perbankan, semen, dan otomotif. Investor asing masih membukukan net buy dengan nilai bersih sebesar Rp18miliar. IHSG mendapat tekanan aksi profit taking pada saham-saham batubara.
IHSG bergerak naik oleh saham perbankan setelah muncul berita pemegang saham mayoritas saham Bank Niaga yaitu Bumiputra-Commerce Holding Bhd akan mempercepat proses merger antara Bank Niaga dan Bank Lippo. Saham BNGA naik Rp130 (16,88%) dan LPBN naik Rp325 (14,61%) diikuti oleh saham BMRI yang naik Rp100 (3,45%) dan BDMN yang naik Rp150 (2,42%).
Saham emiten semen mencetak gain oleh informasi mengenai penjualan semen domestik yang naik 53% pada bulan April tahun ini (yoy). Saham INTP naik Rp450 (7,38%), SMCB naik Rp180 (19,15%), dan SMGR naik Rp50 (1,09%).
Penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 47% dibandingkan bulan April tahun lalu memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham Astra Internasional. Saham ASII kemarin ditutup gain Rp550 (2,63%).
Saham Bumi Resources ditutup terkoreksi Rp50 (0,66%) akibat aksi profit taking investor asing setelah sehari sebelumnya memborong saham BUMI. Saham PT Tambang Batubara Bukit Asam ikut ditutup turun sebesar Rp150 (1,33%).
Saham Astra Agro Lestari juga menopang IHSG setelah ditutup naik Rp600 (2,4%). Pelaku pasar mendapat sentimen positif dari pergerakan harga CPO di bursa Malaysia yang menyentuh level $1,094 per ton untuk pengiriman bulan Juli yang merupakan level tertinggi dalam empat minggu.
Bursa saham terus melanjutkan kenaikan hingga penutupan hari ini. IHSG ditutup naik 30,44 poin (1,26%) ke level 2.449,33 ditopang oleh selective buying saham-saham perbankan, semen, dan otomotif. Investor asing masih membukukan net buy dengan nilai bersih sebesar Rp18miliar. IHSG mendapat tekanan aksi profit taking pada saham-saham batubara.
IHSG bergerak naik oleh saham perbankan setelah muncul berita pemegang saham mayoritas saham Bank Niaga yaitu Bumiputra-Commerce Holding Bhd akan mempercepat proses merger antara Bank Niaga dan Bank Lippo. Saham BNGA naik Rp130 (16,88%) dan LPBN naik Rp325 (14,61%) diikuti oleh saham BMRI yang naik Rp100 (3,45%) dan BDMN yang naik Rp150 (2,42%).
Saham emiten semen mencetak gain oleh informasi mengenai penjualan semen domestik yang naik 53% pada bulan April tahun ini (yoy). Saham INTP naik Rp450 (7,38%), SMCB naik Rp180 (19,15%), dan SMGR naik Rp50 (1,09%).
Penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 47% dibandingkan bulan April tahun lalu memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham Astra Internasional. Saham ASII kemarin ditutup gain Rp550 (2,63%).
Saham Bumi Resources ditutup terkoreksi Rp50 (0,66%) akibat aksi profit taking investor asing setelah sehari sebelumnya memborong saham BUMI. Saham PT Tambang Batubara Bukit Asam ikut ditutup turun sebesar Rp150 (1,33%).
Saham Astra Agro Lestari juga menopang IHSG setelah ditutup naik Rp600 (2,4%). Pelaku pasar mendapat sentimen positif dari pergerakan harga CPO di bursa Malaysia yang menyentuh level $1,094 per ton untuk pengiriman bulan Juli yang merupakan level tertinggi dalam empat minggu.
Selasa, Mei 13, 2008
Ulasan Pasar 13 Mei 2008
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Bursa saham hari ini ditutup menguat tajam sebesar 1,72% atau naik 40,90 poin ke level 2.418,90. Saham pertambangan dan perbankan menjadi penggerak utama IHSG. Selain itu, indeks bursa regional Asia Pasifik seperti Nikkei255 dan Hangseng serta Indeks Dow Jones memberikan sentimen positif bagi penguatan IHSG. Pasar juga mendapat sentimen positif dari aksi beli investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp413 miliar.
Dari sektor pertambangan, IHSG bergerak naik oleh kenaikan harga saham Bumi Resources yang ditutup meningkat Rp250 (3,4%) yang terdorong oleh rencana buyback saham BUMI. Saham INCO naik Rp200 (3,15%), MEDC naik Rp225 (5,23%), dan TINS naik Rp1.100 (3,33%). Saham TINS bergerak naik oleh rencana PT Timah Tbk yang akan mengakuisisi empat tambang batubara senilai Rp2 triliun di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Saham MEDC bergerak naik setelah PT Medco Energi Internasional berencana buyback saham dengan harga beli Rp9.000 per lembar saham
Saham-saham perbankan seperti BBRI yang naik Rp400 (6,72%), BMRI naik Rp25 (0,87%), BBCA naik Rp25 (0,79%), BNGA naik Rp70 (10%).
Dari sektor industri dasar, IHSG bergerak naik oleh kenaikan INTP dan SMCB yang masing-masing bergerak naik Rp250 (4,3%) dan Rp30 (3,3%). Produsen semen berencana meningkatkan harga jual semen bila pemerintah menaikkan harga BBM.
IHSG juga tertopang oleh kenaikan harga saham ASII yang ditutup naik Rp550 (2,7%), dan AUTO yang ditutup naik Rp150 (4,23%).
Dari eksternal bursa, indeks Hagnseng ditutup naik 489,6 poin (1,95%), indeks Nikkei-225 ditutup naik 210,37 poin (1,53%), dan indeks Dow Jones ditutup naik 130,43 poin (1,02%).
Investor asing kembali masuk ke bursa seiring rencana pemerintah yang hampir dipastikan akan menaikkan BBM, mereka menilai APBN-P 2008 akan lebih kuat dalam melunasi kewajibannya.
Harga minyak dunia yang fluktuatif dan cenderung naik di tengah perekonomian AS yang belum pulih, kurangnya supply minyak dari negara teluk, dan kerusuhan di Nigeria memberikan sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara pengekspor batubara dan komoditas tambang lainnya. Oleh karena itu, saham-saham pertambangan khususnya batubara mendominasi kenaikan IHSG hari ini. Masuknya investor asing ke bursa saham lebih tertuju kepada saham-saham batubara
Bursa saham hari ini ditutup menguat tajam sebesar 1,72% atau naik 40,90 poin ke level 2.418,90. Saham pertambangan dan perbankan menjadi penggerak utama IHSG. Selain itu, indeks bursa regional Asia Pasifik seperti Nikkei255 dan Hangseng serta Indeks Dow Jones memberikan sentimen positif bagi penguatan IHSG. Pasar juga mendapat sentimen positif dari aksi beli investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp413 miliar.
Dari sektor pertambangan, IHSG bergerak naik oleh kenaikan harga saham Bumi Resources yang ditutup meningkat Rp250 (3,4%) yang terdorong oleh rencana buyback saham BUMI. Saham INCO naik Rp200 (3,15%), MEDC naik Rp225 (5,23%), dan TINS naik Rp1.100 (3,33%). Saham TINS bergerak naik oleh rencana PT Timah Tbk yang akan mengakuisisi empat tambang batubara senilai Rp2 triliun di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Saham MEDC bergerak naik setelah PT Medco Energi Internasional berencana buyback saham dengan harga beli Rp9.000 per lembar saham
Saham-saham perbankan seperti BBRI yang naik Rp400 (6,72%), BMRI naik Rp25 (0,87%), BBCA naik Rp25 (0,79%), BNGA naik Rp70 (10%).
Dari sektor industri dasar, IHSG bergerak naik oleh kenaikan INTP dan SMCB yang masing-masing bergerak naik Rp250 (4,3%) dan Rp30 (3,3%). Produsen semen berencana meningkatkan harga jual semen bila pemerintah menaikkan harga BBM.
IHSG juga tertopang oleh kenaikan harga saham ASII yang ditutup naik Rp550 (2,7%), dan AUTO yang ditutup naik Rp150 (4,23%).
Dari eksternal bursa, indeks Hagnseng ditutup naik 489,6 poin (1,95%), indeks Nikkei-225 ditutup naik 210,37 poin (1,53%), dan indeks Dow Jones ditutup naik 130,43 poin (1,02%).
Investor asing kembali masuk ke bursa seiring rencana pemerintah yang hampir dipastikan akan menaikkan BBM, mereka menilai APBN-P 2008 akan lebih kuat dalam melunasi kewajibannya.
Harga minyak dunia yang fluktuatif dan cenderung naik di tengah perekonomian AS yang belum pulih, kurangnya supply minyak dari negara teluk, dan kerusuhan di Nigeria memberikan sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara pengekspor batubara dan komoditas tambang lainnya. Oleh karena itu, saham-saham pertambangan khususnya batubara mendominasi kenaikan IHSG hari ini. Masuknya investor asing ke bursa saham lebih tertuju kepada saham-saham batubara
Senin, Mei 12, 2008
Ulasan Pasar 12 Mei 2008
Oleh Harry Setadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Pasar saham pada perdagangan awal pekan ini mencatat kenaikan tipis sebesar 2,98 poin atau 0,13% dari penutupan akhir pekan kemarin ke level 2.378. Kenaikan ini antara lain dipengaruhi aksi beli saham sektor aneka industri yaitu Astra Intenasional dan infrastruktur yaitu Perusahaan gas Negara dan Telekomunikasi Indonesia.
Saham Astra Internasional ditutup naik Rp250 ke posisi Rp20.400, saham PGAS naik Rp300 ke posisi Rp13.650, dan saham Telekomunikasi Indonesia naik Rp50 ke posisi Rp8.650 per lembar saham. Aksi beli terjadi karena saham-saham tersebut secara teknikal telah berada dalam posisi beli setelah ditekan oleh sentimen inflasi April dan BI rate pekan kemarin. Saham PGAS mendapat sentimen positif dari rencana stock split PGAS dengan rasio 1:5.
Indeks mendapat tekanan dari koreksi harga saham di sektor pertambangan. Pelaku pasar melakukan profit taking atas saham PTBA, ITMG, ANTM, ENRG, dan APEX setelah sepekan kemarin mencetak gain oleh sentimen pergerakan harga minyak dan aksi korporasi. Saham PTBA terkoreksi Rp150, ITMG turun Rp150, ANTM turun Rp25, ENRG turun Rp10, dan APEX turun Rp25. Dalam sepekan kemarin, saham APEX bergerak naik Rp240 dipengaruhi oleh sentimen positif rencana Mitra Rajasa untuk mengakuisisi 80,6% saham anak usaha Medco Energi Internasional ini. Harga minyak dunia masih berada di level $125 per barel dan sempat menyentuh level tertinggi $126 per barel dan nilai rupiah menguat 6 poin ke posisi Rp9.250/US$ dari posisi akhir pekan lalu Rp9.256/US$.
Pelaku pasar tetap pada posisi short-term trading mengingat harga minyak dunia yang masih tinggi dan menunggu kepastian rencana kenaikan BBM oleh pemerintah. Harga sembako dan makanan serta transportasi yang mulai merangkak naik mempengaruhi pelaku pasar saham untuk bertransaksi jangka pendek. Inflasi akan menekan return saham mereka dan mendorong mereka untuk merealiasasikan gain sedikit demi sedikit.
Beberapa rencana aksi korporasi juga ikut mengangkat indeks hari ini. Dayaindo Resources Internasional berencana untuk membeli perusahaan tambang batubara PT Risna Karya Wardhana Mandiri senilai Rp93miliar, saham KARK naik Rp40 ke posisi Rp265. Tunas Baru Lampung berencana untuk menambah 15.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Jambi, saham TBLA naik Rp50 ke posisi Rp620. Bhakti Investama berencana untuk buyback saham senilai Rp500miliar, saham BHIT naik Rp10 ke posisi Rp500. Saham Arpeni Pratama Ocean Line berencana beli empat kapal Panamax senilai US$180juta, saham APOL naik Rp10 ke posisi Rp480 per lembar saham.
Pasar saham pada perdagangan awal pekan ini mencatat kenaikan tipis sebesar 2,98 poin atau 0,13% dari penutupan akhir pekan kemarin ke level 2.378. Kenaikan ini antara lain dipengaruhi aksi beli saham sektor aneka industri yaitu Astra Intenasional dan infrastruktur yaitu Perusahaan gas Negara dan Telekomunikasi Indonesia.
Saham Astra Internasional ditutup naik Rp250 ke posisi Rp20.400, saham PGAS naik Rp300 ke posisi Rp13.650, dan saham Telekomunikasi Indonesia naik Rp50 ke posisi Rp8.650 per lembar saham. Aksi beli terjadi karena saham-saham tersebut secara teknikal telah berada dalam posisi beli setelah ditekan oleh sentimen inflasi April dan BI rate pekan kemarin. Saham PGAS mendapat sentimen positif dari rencana stock split PGAS dengan rasio 1:5.
Indeks mendapat tekanan dari koreksi harga saham di sektor pertambangan. Pelaku pasar melakukan profit taking atas saham PTBA, ITMG, ANTM, ENRG, dan APEX setelah sepekan kemarin mencetak gain oleh sentimen pergerakan harga minyak dan aksi korporasi. Saham PTBA terkoreksi Rp150, ITMG turun Rp150, ANTM turun Rp25, ENRG turun Rp10, dan APEX turun Rp25. Dalam sepekan kemarin, saham APEX bergerak naik Rp240 dipengaruhi oleh sentimen positif rencana Mitra Rajasa untuk mengakuisisi 80,6% saham anak usaha Medco Energi Internasional ini. Harga minyak dunia masih berada di level $125 per barel dan sempat menyentuh level tertinggi $126 per barel dan nilai rupiah menguat 6 poin ke posisi Rp9.250/US$ dari posisi akhir pekan lalu Rp9.256/US$.
Pelaku pasar tetap pada posisi short-term trading mengingat harga minyak dunia yang masih tinggi dan menunggu kepastian rencana kenaikan BBM oleh pemerintah. Harga sembako dan makanan serta transportasi yang mulai merangkak naik mempengaruhi pelaku pasar saham untuk bertransaksi jangka pendek. Inflasi akan menekan return saham mereka dan mendorong mereka untuk merealiasasikan gain sedikit demi sedikit.
Beberapa rencana aksi korporasi juga ikut mengangkat indeks hari ini. Dayaindo Resources Internasional berencana untuk membeli perusahaan tambang batubara PT Risna Karya Wardhana Mandiri senilai Rp93miliar, saham KARK naik Rp40 ke posisi Rp265. Tunas Baru Lampung berencana untuk menambah 15.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Jambi, saham TBLA naik Rp50 ke posisi Rp620. Bhakti Investama berencana untuk buyback saham senilai Rp500miliar, saham BHIT naik Rp10 ke posisi Rp500. Saham Arpeni Pratama Ocean Line berencana beli empat kapal Panamax senilai US$180juta, saham APOL naik Rp10 ke posisi Rp480 per lembar saham.
Emiten batubara dan CPO topang kenaikan indeks
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Indeks harga saham gabungan selama sepekan kemarin naik tipis 1,38% ke level 2.375,03. Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh pergerakan saham pertambangan terutama emiten batubara dan emiten kelapa sawit. Di sisi lain, IHSG juga mendapat tekanan dari koreksi pasar atas saham otomotif dan perbankan. Harga minyak dunia telah mencapai $125,13 atau naik 7,6% dalam sepekan dari level $116,32. Rupiah telah melemah 19 poin dalam sepekan ke level Rp9.240/US$
Dari sektor pertambangan, saham BUMI naik 12,21% dalam sepekan, selain karena sentimen kenaikan harga minyak dunia, Bumi Resources berencana menaikkan tawaran atas akuisisi Herald Resources merespon kemajuan yang diperoleh Aneka Tambang untuk rencana aksi serupa setelah Aneka Tambang mengantongi persetujuan pemerintah Australia untuk mengakuisisi saham Herald Resources Ltd senilai AS$467juta atau AS$2,5 per saham. BUMI akan menyiapkan penawaran minimal AS$2,62 per saham. Saham ANTM naik 7,25% dalam sepekan. Saham BUMI juga tertopang oleh sentimen positif rencana Bumi Resources yang akan membeli minimal 10% saham Darma Henwa. Saham DEWA dalam sepekan naik 21,74%. Saham batubara lainnya yaitu PTBA naik 10,53% terdongkrak pula oleh rencana perusahaan untuk mengakuisisi dua perusahaan tambang batubara di Kalimantan.Timur dan Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kapasitas produksi 2009.
Saham Medco Energi Internasional naik 6,88% dalam sepekan seiring sentimen positif kenaikan harga minyak dunia dan juga penawaran dari Mitra Rajasa yang akan mengakuisisi 80,6% saham Apexindo. Dalam sepekan, saham APEX ditutup naik 13,64% dan saham Mitra Rajasa naik 17,91%. Selain itu, saham ENRG naik 3,77% ke posisi Rp1.100 dari posisi akhir pekan sebelumnya Rp1.060. Harga minyak dunia yang bergerak naik ikut memberikan sentimen positif bagi emiten minyak lainnya seperti Energi Mega Persada.
Saham CPO bergerak naik terdorong sentimen harga minyak yang terus naik dan berpotensi meningkatkan penggunaan biofuel pada industri. Saham LSIP naik 11,54% dan AALI naik 3,6%.
Dari sektor industri dasar, IHSG tertopang oleh saham SMGR yang ditutup naik 4,62% selama sepekan dan mencapai level tertinggi sepekan di posisi Rp4.625 pada 7 Mei. Semen gresik membagikan dividen 50% atas laba bersih 2007 Rp1,775 triliun sebesar Rp887,5miliar atau dividen per share Rp149,6 dengan jumlah saham yang beredar 5,93 miliar saham.
Saham ASII dari sektor aneka industri menekan IHSG di akhir pekan, pelaku pasar melakukan aksi profit taking atas saham ASII yang sempat naik 2,66% pada penutupan 7 Mei setelah pasar mendapat sentimen positif dari data Gaikindo untuk penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 46,27% dibandingkan April 2007. Koreksi atas saham ASII disebabkan karena pasar mengkhawatirkan kinerja Astra Internasional dan anak usahanya yaitu Astra Otoparts untuk semester I/2008 ini seiring harga minyak yang terus naik dan rupiah yang terus melemah akan meningkatkan biaya impor terutama suku cadang. Saham Astra Otoparts terkoreksi 5,26% dalam sepekan.
Dari sektor perbankan, pasar masih diliputi oleh sentimen negatif kenaikan BI rate 6 Mei lalu sebesar 25bps ke posisi 8,25%. Seiring BI rate yang bergerak naik, perbankan juga akan menyesuaikan biaya dana pihak ketiga yang tentunya akan dinaikkan dan kenaikan itu harus dikompensasi dengan peningkatan suku bunga kredit agar net interest margin perbankan tidak turun dan kinerja perbankan tetap stabil. Di sisi lain, bila suku bunga kredit naik akan berdampak rasio NPL perbankan akan ikut naik dan diperburuk oleh melemahnya daya beli masyarakat karena naiknya harga bahan pangan dan harga BBM. Selama sepekan kemarin, saham Bank BRI terkoreksi 8,33% dan Bank Mandiri terkoreksi 7,26%.
Indeks harga saham gabungan selama sepekan kemarin naik tipis 1,38% ke level 2.375,03. Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh pergerakan saham pertambangan terutama emiten batubara dan emiten kelapa sawit. Di sisi lain, IHSG juga mendapat tekanan dari koreksi pasar atas saham otomotif dan perbankan. Harga minyak dunia telah mencapai $125,13 atau naik 7,6% dalam sepekan dari level $116,32. Rupiah telah melemah 19 poin dalam sepekan ke level Rp9.240/US$
Dari sektor pertambangan, saham BUMI naik 12,21% dalam sepekan, selain karena sentimen kenaikan harga minyak dunia, Bumi Resources berencana menaikkan tawaran atas akuisisi Herald Resources merespon kemajuan yang diperoleh Aneka Tambang untuk rencana aksi serupa setelah Aneka Tambang mengantongi persetujuan pemerintah Australia untuk mengakuisisi saham Herald Resources Ltd senilai AS$467juta atau AS$2,5 per saham. BUMI akan menyiapkan penawaran minimal AS$2,62 per saham. Saham ANTM naik 7,25% dalam sepekan. Saham BUMI juga tertopang oleh sentimen positif rencana Bumi Resources yang akan membeli minimal 10% saham Darma Henwa. Saham DEWA dalam sepekan naik 21,74%. Saham batubara lainnya yaitu PTBA naik 10,53% terdongkrak pula oleh rencana perusahaan untuk mengakuisisi dua perusahaan tambang batubara di Kalimantan.Timur dan Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kapasitas produksi 2009.
Saham Medco Energi Internasional naik 6,88% dalam sepekan seiring sentimen positif kenaikan harga minyak dunia dan juga penawaran dari Mitra Rajasa yang akan mengakuisisi 80,6% saham Apexindo. Dalam sepekan, saham APEX ditutup naik 13,64% dan saham Mitra Rajasa naik 17,91%. Selain itu, saham ENRG naik 3,77% ke posisi Rp1.100 dari posisi akhir pekan sebelumnya Rp1.060. Harga minyak dunia yang bergerak naik ikut memberikan sentimen positif bagi emiten minyak lainnya seperti Energi Mega Persada.
Saham CPO bergerak naik terdorong sentimen harga minyak yang terus naik dan berpotensi meningkatkan penggunaan biofuel pada industri. Saham LSIP naik 11,54% dan AALI naik 3,6%.
Dari sektor industri dasar, IHSG tertopang oleh saham SMGR yang ditutup naik 4,62% selama sepekan dan mencapai level tertinggi sepekan di posisi Rp4.625 pada 7 Mei. Semen gresik membagikan dividen 50% atas laba bersih 2007 Rp1,775 triliun sebesar Rp887,5miliar atau dividen per share Rp149,6 dengan jumlah saham yang beredar 5,93 miliar saham.
Saham ASII dari sektor aneka industri menekan IHSG di akhir pekan, pelaku pasar melakukan aksi profit taking atas saham ASII yang sempat naik 2,66% pada penutupan 7 Mei setelah pasar mendapat sentimen positif dari data Gaikindo untuk penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 46,27% dibandingkan April 2007. Koreksi atas saham ASII disebabkan karena pasar mengkhawatirkan kinerja Astra Internasional dan anak usahanya yaitu Astra Otoparts untuk semester I/2008 ini seiring harga minyak yang terus naik dan rupiah yang terus melemah akan meningkatkan biaya impor terutama suku cadang. Saham Astra Otoparts terkoreksi 5,26% dalam sepekan.
Dari sektor perbankan, pasar masih diliputi oleh sentimen negatif kenaikan BI rate 6 Mei lalu sebesar 25bps ke posisi 8,25%. Seiring BI rate yang bergerak naik, perbankan juga akan menyesuaikan biaya dana pihak ketiga yang tentunya akan dinaikkan dan kenaikan itu harus dikompensasi dengan peningkatan suku bunga kredit agar net interest margin perbankan tidak turun dan kinerja perbankan tetap stabil. Di sisi lain, bila suku bunga kredit naik akan berdampak rasio NPL perbankan akan ikut naik dan diperburuk oleh melemahnya daya beli masyarakat karena naiknya harga bahan pangan dan harga BBM. Selama sepekan kemarin, saham Bank BRI terkoreksi 8,33% dan Bank Mandiri terkoreksi 7,26%.
Kamis, Mei 08, 2008
Ulasan Pasar 9 Mei 2008
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Indeks Harga saham gabungan pada penutupan rabu kemarin ditutup terkoreksi tipis 5,77 poin atau 0,24% dari penutupan sehari sebelumnya ke level 2.376,93. Koreksi ini disumbang oleh koreksi saham-saham perbankan, infrastruktur, barang konsumsi, dan aneka industri. Sebaliknya, saham-saham pertambangan menjadi penahan koreksi IHSG pada penutupan kemarin.
Pasar masih diliputi oleh sentimen negatif dari kenaikan BI rate 6 Mei lalu sebesar 25bps ke posisi 8,25%. Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan perubahan BI rate tersebut akan meningkatkan suku bunga kredit perbankan, meskipun saat ini belum ada indikasi bahwa perbankan akan segera menaikkan suku bunga kredit menimbang daya beli masyarakat yang juga melemah karena kenaikan harga bahan pangan dan BBM di awal Juni mendatang.
Namun, seiring BI rate yang bergerak naik, perbankan akan menyesuaikan biaya dana pihak ketiga yang tentunya akan dinaikkan dan al tersebut harus dikompensasi dengan peningkatan suku bunga kredit agar net interest margin perbankan tidak turun dan kinerja perbankan tetap stabil. Di sisi lain, bila suku bunga kredit naik berdampak rasio NPL perbankan akan naik dan hal tersebut diperburuk oleh kondisi daya beli masyarakat yang melemah karena harga bahan pangan dan juga pergerakan harga minyak dunia yang terus naik hingga menembus level $123 per barel yang semakin menguatkan kenaikan laju inflasi dalam tahun 2008 ini. Saham BDMN turun 2,4%, BMRI turun 1,72%, BNGA turun 1,41%, dan BBNI turun 0,83%.
Saham Infrastruktur terutama Telekomunikasi Indonesia menekan IHSG dengan koreksi 2,86% ke posisi Rp8.500. Pelemahan daya beli masyarakat saat ini akibat kenaikan harga bahan pangan dan harga minyak dunia memberikan sentimen negatif pada pelaku pasar terhadap pendapatan Telekomunikasi Indonesia. Di tengah daya beli yang melemah, masyarakat akan mengurangi porsi pengeluaran komunikasinya. Selain itu, pasar mendapat sentimen negatif dari rencana Telkom yang akan mencari pinjaman US$500juta dari bank lokal di tengah potensi nilai rupiah yang melemah seperti saat ini karena kenaikan harga minyak dunia untuk mengakuisisi perusahaan telekomunikasi di Timur Tengah. Rupiah melemah 25 poin ke level Rp9.280 dan sempat menyentuh posisi Rp9.318 pada perdagangan kemarin.
Sentimen negatif kenaikan harga minyak dunia dan inflasi juga merambah ke saham sektor aneka industri dan barang konsumsi. Saham ASII dari sektor aneka industri terkoreksi 3,76% dan UNVR dari sektor barang konsumsi turun 1,46%. Pelaku pasar juga segera melakukan aksi profit taking atas saham ASII yang naik 2,66% pada penutupan rabu setelah pasar mendapat sentimen positif data Gaikindo untuk penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 46,27% dibandingkan April 2007.
Dari sektor pertambangan, koreksi IHSG tertahan oleh saham batubara seiring naiknya harga minyak dunia dan juga sentimen positif rencana aksi korporasi Bumi Resources yang akan membeli minimal 10% saham DEWA. Saham DEWA kemarin ditutup naik 34% ke posisi Rp470 dan BUMI naik 4,29% ke posisi Rp7.300. Sentimen kenaikan harga minyak yang terus melaju menembus level $123 per barel juga mengerek saham PTBA. Saham Apexindo ditutup naik 6,25% setelah muncul penawaran dari Mitra Rajasa yang akan mengakuisisi 80,6% saham Apexindo.
Indeks Harga saham gabungan pada penutupan rabu kemarin ditutup terkoreksi tipis 5,77 poin atau 0,24% dari penutupan sehari sebelumnya ke level 2.376,93. Koreksi ini disumbang oleh koreksi saham-saham perbankan, infrastruktur, barang konsumsi, dan aneka industri. Sebaliknya, saham-saham pertambangan menjadi penahan koreksi IHSG pada penutupan kemarin.
Pasar masih diliputi oleh sentimen negatif dari kenaikan BI rate 6 Mei lalu sebesar 25bps ke posisi 8,25%. Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan perubahan BI rate tersebut akan meningkatkan suku bunga kredit perbankan, meskipun saat ini belum ada indikasi bahwa perbankan akan segera menaikkan suku bunga kredit menimbang daya beli masyarakat yang juga melemah karena kenaikan harga bahan pangan dan BBM di awal Juni mendatang.
Namun, seiring BI rate yang bergerak naik, perbankan akan menyesuaikan biaya dana pihak ketiga yang tentunya akan dinaikkan dan al tersebut harus dikompensasi dengan peningkatan suku bunga kredit agar net interest margin perbankan tidak turun dan kinerja perbankan tetap stabil. Di sisi lain, bila suku bunga kredit naik berdampak rasio NPL perbankan akan naik dan hal tersebut diperburuk oleh kondisi daya beli masyarakat yang melemah karena harga bahan pangan dan juga pergerakan harga minyak dunia yang terus naik hingga menembus level $123 per barel yang semakin menguatkan kenaikan laju inflasi dalam tahun 2008 ini. Saham BDMN turun 2,4%, BMRI turun 1,72%, BNGA turun 1,41%, dan BBNI turun 0,83%.
Saham Infrastruktur terutama Telekomunikasi Indonesia menekan IHSG dengan koreksi 2,86% ke posisi Rp8.500. Pelemahan daya beli masyarakat saat ini akibat kenaikan harga bahan pangan dan harga minyak dunia memberikan sentimen negatif pada pelaku pasar terhadap pendapatan Telekomunikasi Indonesia. Di tengah daya beli yang melemah, masyarakat akan mengurangi porsi pengeluaran komunikasinya. Selain itu, pasar mendapat sentimen negatif dari rencana Telkom yang akan mencari pinjaman US$500juta dari bank lokal di tengah potensi nilai rupiah yang melemah seperti saat ini karena kenaikan harga minyak dunia untuk mengakuisisi perusahaan telekomunikasi di Timur Tengah. Rupiah melemah 25 poin ke level Rp9.280 dan sempat menyentuh posisi Rp9.318 pada perdagangan kemarin.
Sentimen negatif kenaikan harga minyak dunia dan inflasi juga merambah ke saham sektor aneka industri dan barang konsumsi. Saham ASII dari sektor aneka industri terkoreksi 3,76% dan UNVR dari sektor barang konsumsi turun 1,46%. Pelaku pasar juga segera melakukan aksi profit taking atas saham ASII yang naik 2,66% pada penutupan rabu setelah pasar mendapat sentimen positif data Gaikindo untuk penjualan mobil di bulan April 2008 yang naik 46,27% dibandingkan April 2007.
Dari sektor pertambangan, koreksi IHSG tertahan oleh saham batubara seiring naiknya harga minyak dunia dan juga sentimen positif rencana aksi korporasi Bumi Resources yang akan membeli minimal 10% saham DEWA. Saham DEWA kemarin ditutup naik 34% ke posisi Rp470 dan BUMI naik 4,29% ke posisi Rp7.300. Sentimen kenaikan harga minyak yang terus melaju menembus level $123 per barel juga mengerek saham PTBA. Saham Apexindo ditutup naik 6,25% setelah muncul penawaran dari Mitra Rajasa yang akan mengakuisisi 80,6% saham Apexindo.
Selasa, Mei 06, 2008
Ulasan Pasar 5 Mei 2008
Ulasan Pasar 5 Mei 2008
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Selama sepekan indeks harga saham gabungan ditutup naik 4,56% atau 102,18 poin ke level 2.342,76 dari penutupan akhir pekan lalu 2.240,58 antara lain terdongkrak oleh saham-saham dari sektor finansial, aneka industri, dan barang-barang konsumsi.
Pengumuman inflasi April yang diumumkan akhir pekan kemarin, sebesar 0,57% (m-t-m), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Maret yang sebesar 0,95% memberikan sentimen positif pada pelaku pasar untuk memburu saham-saham perbankan, meskipun secara tahunan (yoy) inflasi tercatat naik 79bps ke posisi 8,96%. Laju inflasi April yang menurun untuk periode bulanan dan pemangkasan suku bunga The Fed ke level 2% memberikan sentimen positif pada BI rate untuk tetap di level saat ini 8% dan tidak bergerak naik.
IHSG terdongkrak oleh saham sektor finansial seperti saham Bank Mandiri yang dalam sepekan naik 18,1% ke posisi Rp3.100, Bank BRI naik 12,8% ke posisi Rp6.600, Bank Danamon naik 11,93% ke posisi Rp6.100, dan Bank BCA naik 5,08% ke posisi Rp3.100.
Laporan keuangan kuartal I/2008 sektor perbankan memberikan sentimen positif bagi kenaikan harga saham perbankan. Laba bersih Bank Mandiri untuk kuartal I/2008 naik 35% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya ke level Rp1,39 triliun karena penurunan biaya dana pihak ketiga yaitu tabungan dan giro. Laba bersih Bank BCA untuk kuartal I/2008 naik sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau ke level Rp1,2 triliun karena meningkatnya penyaluran kredit dan laba bersih Bank BRI naik 15% ke posisi Rp1,41 triliun untuk periode yang sama.
IHSG juga bergerak naik karena pergerakan harga saham Astra Internasional yang mencatat gain 8,8% dalam sepekan, ditutup pada posisi Rp21.050 dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya Rp19.350. Pergerakan tersebut dipengaruhi sentimen positif laporan keuangan kuartal I/2008 Astra Internasional dan beberapa anak perusahaannya seperti Astra Otoparts dan United Tractors. Astra Internasional mencatat kenaikan laba bersih 76% ke posisi Rp2,25 triliun dari Rp1,28 triliun di kuartal I/2007. Penjualan Astra Internasional naik 47% ke posisi Rp21,78 triliun ditopang oleh level BI rate yang stabil di posisi 8% dalam kuartal I tahun ini.
Laju inflasi April yang lebih rendah dibandingkan dengan Maret memberikan sentimen positif bagi kinerja Astra Internasional seiring BI rate yang stabil berada di posisi 8%.
Laba bersih Astra Otoparts untuk kuartal I/2008 sebesar Rp210 miliar atau naik sekitar 243% dan laba bersih United Tractors naik 108% ke posisi Rp517 miliar dari posisi Rp248 miliar di periode yang sama tahun lalu. Selama sepekan, saham AUTO naik 11,7% ke posisi Rp3.800 dan saham UNTR naik 5,5% ditutup pada posisi Rp12.550
Dari sektor konsumsi, saham Unilever Indonesia ikut memberikan sentimen positif pada IHSG dengan kenaikan harga dalam sepekan sebesar 6,15% ke posisi Rp6.900 setelah perusahaan mengumumkan kenaikan laba bersih kuartal I/2008 sebesar 31% ke level Rp703,2 miliar. Kenaikan laba bersih ini menghapus kekhawatiran pelaku pasar terhadap penurunan kinerja Unilever Indonesia karena kenaikan harga minyak dan komoditas bahan pangan yang memperlemah daya beli masyarakat.
Dari eksternal bursa, selain pemangkasan suku bunga The Fed, pergerakan harga minyak dunia yang menurun ke posisi US$113 di akhir pekan kemarin dari posisi US$118 per barel akhir pekan sebelumnya memberikan sentimen positif bagi indeks regional Asia Pasifik dan berimbas pada pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia. Di akhir pekan kemarin, Indeks Hangseng naik 1,89%, Nikkei225 naik 2,05%, dan STI naik 2,81%. IHSG ditutup naik 1,66% dibandingkan penutupan rabu (30/4).
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Selama sepekan indeks harga saham gabungan ditutup naik 4,56% atau 102,18 poin ke level 2.342,76 dari penutupan akhir pekan lalu 2.240,58 antara lain terdongkrak oleh saham-saham dari sektor finansial, aneka industri, dan barang-barang konsumsi.
Pengumuman inflasi April yang diumumkan akhir pekan kemarin, sebesar 0,57% (m-t-m), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Maret yang sebesar 0,95% memberikan sentimen positif pada pelaku pasar untuk memburu saham-saham perbankan, meskipun secara tahunan (yoy) inflasi tercatat naik 79bps ke posisi 8,96%. Laju inflasi April yang menurun untuk periode bulanan dan pemangkasan suku bunga The Fed ke level 2% memberikan sentimen positif pada BI rate untuk tetap di level saat ini 8% dan tidak bergerak naik.
IHSG terdongkrak oleh saham sektor finansial seperti saham Bank Mandiri yang dalam sepekan naik 18,1% ke posisi Rp3.100, Bank BRI naik 12,8% ke posisi Rp6.600, Bank Danamon naik 11,93% ke posisi Rp6.100, dan Bank BCA naik 5,08% ke posisi Rp3.100.
Laporan keuangan kuartal I/2008 sektor perbankan memberikan sentimen positif bagi kenaikan harga saham perbankan. Laba bersih Bank Mandiri untuk kuartal I/2008 naik 35% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya ke level Rp1,39 triliun karena penurunan biaya dana pihak ketiga yaitu tabungan dan giro. Laba bersih Bank BCA untuk kuartal I/2008 naik sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau ke level Rp1,2 triliun karena meningkatnya penyaluran kredit dan laba bersih Bank BRI naik 15% ke posisi Rp1,41 triliun untuk periode yang sama.
IHSG juga bergerak naik karena pergerakan harga saham Astra Internasional yang mencatat gain 8,8% dalam sepekan, ditutup pada posisi Rp21.050 dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya Rp19.350. Pergerakan tersebut dipengaruhi sentimen positif laporan keuangan kuartal I/2008 Astra Internasional dan beberapa anak perusahaannya seperti Astra Otoparts dan United Tractors. Astra Internasional mencatat kenaikan laba bersih 76% ke posisi Rp2,25 triliun dari Rp1,28 triliun di kuartal I/2007. Penjualan Astra Internasional naik 47% ke posisi Rp21,78 triliun ditopang oleh level BI rate yang stabil di posisi 8% dalam kuartal I tahun ini.
Laju inflasi April yang lebih rendah dibandingkan dengan Maret memberikan sentimen positif bagi kinerja Astra Internasional seiring BI rate yang stabil berada di posisi 8%.
Laba bersih Astra Otoparts untuk kuartal I/2008 sebesar Rp210 miliar atau naik sekitar 243% dan laba bersih United Tractors naik 108% ke posisi Rp517 miliar dari posisi Rp248 miliar di periode yang sama tahun lalu. Selama sepekan, saham AUTO naik 11,7% ke posisi Rp3.800 dan saham UNTR naik 5,5% ditutup pada posisi Rp12.550
Dari sektor konsumsi, saham Unilever Indonesia ikut memberikan sentimen positif pada IHSG dengan kenaikan harga dalam sepekan sebesar 6,15% ke posisi Rp6.900 setelah perusahaan mengumumkan kenaikan laba bersih kuartal I/2008 sebesar 31% ke level Rp703,2 miliar. Kenaikan laba bersih ini menghapus kekhawatiran pelaku pasar terhadap penurunan kinerja Unilever Indonesia karena kenaikan harga minyak dan komoditas bahan pangan yang memperlemah daya beli masyarakat.
Dari eksternal bursa, selain pemangkasan suku bunga The Fed, pergerakan harga minyak dunia yang menurun ke posisi US$113 di akhir pekan kemarin dari posisi US$118 per barel akhir pekan sebelumnya memberikan sentimen positif bagi indeks regional Asia Pasifik dan berimbas pada pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia. Di akhir pekan kemarin, Indeks Hangseng naik 1,89%, Nikkei225 naik 2,05%, dan STI naik 2,81%. IHSG ditutup naik 1,66% dibandingkan penutupan rabu (30/4).
Langganan:
Postingan (Atom)