Senin, Februari 09, 2009

Ulasan Pasar Sepekan

Ulasan Indeks Bisnis-27

Selama sepekan indeks Bisnis-27 naik 0,76 poin atau tumbuh 0,62% ditutup di level 122,55 pada Jumat kemarin. Saham Adaro Energy (ADRO) tercatat sebagai saham yang menghasilkan gain tertinggi 17,57% diikuti oleh saham PP London Sumatera Plantations (LSIP) sebesar 15% dan Astra Agro Lestari sebesar 11,01%. Saham Astra Internasional terkoreksi sebesar –8,46% oleh faktor pelemahan rupiah terhadap dolar AS, diikuti oleh saham perbankan seperti Bank BRI (BBRI) –1,65%, Bank Internasional Indonesia (BNII) –1,47%, Bank CIMB-Niaga (BNGA) –1,18%, dan Bank Mandiri (BMRI) –1,1%.

Di awal pekan, indeks Bisnis-27 terkoreksi sebesar –2,83 poin (-2,32%) ke level 118,96 terimbas aksi jual investor asing karena melemahnya indeks DJIA sebesar -148,15 poin serta depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang bergerak di kisaran Rp11.800/US$ hingga Rp12.000/US. Pada perdagangan Selasa, indeks Bisnis-27 masih melanjutkan koreksinya sebesar -0,69 poin (-0,58%) ke Rp118,27 mengikuti pergerakan negatif indeks regional seperti Hang Seng -0,66% dan Nikkei225 -0,62%.

Titik balik arah (reversal) indeks Bisnis-27 terjadi pada Rabu dengan ditutup naik 1,46 poin (1,53%) ke level 119,73, sekaligus mengakhiri koreksi dua hari pertama pekan kemarin. Pemangkasan BI rate sebesar 50 bps ke level 8,25% dan kondisi oversold (jenuh jual) saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjadi faktor penguat indeks.

Dari eksternal bursa, indeks DJIA yang naik sebesar 141,53 poin menjadi sentimen penguat indeks. Indeks Bisnis-27 melanjutkan rebound dengan kembali menguat 0,73 poin (0,61%) ke level 120,46. Saham Adaro Energy (ADRO) tercatat sebagai pencetak gain tertinggi sebesar 6,49% atau naik Rp50 ke Rp820. PT Adaro Energy membukukan penjualan 41,1 juta ton pada 2008 atau naik 9% dari tahun 2007. Total produksi tahun 2008 sebesar 38,5 juta ton atau naik 7% dari tahun 2007. Adaro Energy memproyeksikan EBITDA tahun 2009 akan berkisar US$1 miliar dengan kenaikan produksi batubara sebesar 17% atau menjadi 45 juta ton. Pemerintah Indonesia pun telah meminta Adaro untuk meningkatkan harga jualnya di tahun 2009 terhadap sejumlah kontrak

Selain ADRO, saham TLKM melanjutkan kenaikan sebesar Rp150 (2,4%) ke Rp6.300 dengan mengkonfirmasi indikator Bollinger Band yang memberikan signal reversal sejak Rabu. TLKM pun masih berupaya untuk keluar dari zona oversold merujuk indikator RSI (Relative Strenght Index) yang menyentuh level terendahnya sejak Oktober 2008 di level 34 pada penutupan Selasa.

Di akhir pekan, Bisnis-27 mendapat sentimen positif yang kuat dari indeks DJIA yang ditutup naik 106,41 poin (1,34%). Beberapa indeks regional Asia Pasifik juga bergerak positif seperti Hang Seng +476,14 poin (3,61%), Nikkei-225 +126,97 poin (1,6%), dan STI Singapura +10,75 poin (0,63%).


Ulasan IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat dengan naik 17,97 poin (1,35%) sepanjang pekan kemarin ditutup di level 1.350,64 pada Jumat. Depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang membawa rupiah bergerak di kisaran Rp11.800/US$ hingga Rp12.000/US$ serta aksi beli selektif, mewarnai perdagangan saham dua hari pertama pekan kemarin. Pengumuman deflasi Januari sebesar 0,07% tidak berhasil mengangkat indeks di awal pekan. Pada Senin IHSG ditutup melemah -22,02 poin (-1,65%) ke level 1.310,64 dan pada Selasa IHSG ditutup di level 1.308,94 turun -6,31 poin (-0,48%) ke level 1.304,33. Koreksi yang lebih rendah pada Selasa menjadi signal penguatan indeks yang berhasil dikonfirmasi pada Rabu. Pemangkasan BI rate sebesar 50 bps ke level 8,25% menjadi pendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG).

Pada Rabu, IHSG ditutup di level 1.320,36 naik 16,03 poin (1,23%). Saham perbankan dan technical rebound Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjadi pendongkrak utama IHSG. Namun, faktor pelemahan rupiah terhadap dolar AS memaksa terjadinya buy on weaknesses terhadap saham perbankan. Saham TLKM naik Rp300 (5,13%) ke Rp6.150. IHSG pada Kamis ditutup naik tipis 7,71 poin (0,58%) ke level 1.328,07. Saham-saham perbankan mengalami profit taking jangka pendek akibat kekhawatiran investor terhadap pelemahan rupiah atas dolar AS. Saham Bank BCA (BBCA) turun Rp50 (-1,77%) ke Rp2.775, saham Bank CIMB-Niaga (BNGA) turun Rp5 (-1,19%) ke Rp415, dan saham Bank BRI (BBRI) turun Rp50 (–1,14%) ke Rp4.350. Sebaliknya, TLKM kembali naik Rp150 (2,4%) ke Rp6.300 dengan mengkonfirmasi indikator Bollinger Band yang memberikan signal reversal pada Rabu. TLKM pun masih berupaya untuk keluar dari zona oversold indikator RSI (Relative Strenght Index) setelah menyentuh level terendahnya sejak Oktober 2008 di level 34 pada Selasa.

Saham Adaro Energy (ADRO) naik Rp50 (6,5%) ke Rp820 tertopang sentimen positif kinerja keuangan yang membukukan penjualan 41,1 juta ton pada 2008 atau naik 9% dari tahun 2007. Total produksi tahun 2008 sebesar 38,5 juta ton atau naik 7% dari tahun 2007. Sementara itu, Adaro Energy memproyeksikan EBITDA tahun 2009 akan berkisar US$1 miliar dengan kenaikan produksi batubara sebesar 17% atau menjadi 45 juta ton. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia meminta Adaro untuk meningkatkan harga jualnya di tahun 2009 terhadap sejumlah kontrak.

Di akhir pekan, IHSG mendapat sentimen positif yang kuat dari indeks DJIA yang ditutup naik 106,41 poin (1,34%). Beberapa indeks regional Asia Pasifik juga bergerak positif seperti Hang Seng +476,14 poin (3,61%), Nikkei-225 +126,97 poin (1,6%), dan STI Singapura +10,75 poin (0,63%).

Selasa, Februari 03, 2009

Ulasan IHSG 2 Februari 2009

Ulasan Pasar 2 Februari 2009
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Selama sepekan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak naik 17,09 poin (+1,3%) ditutup pada Jumat di level 1.332,67. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh selective buying jangka pendek saham-saham yang telah oversold oleh koreksi bursa sepekan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup naik +21,05 poin (+1,6%) ditopang oleh saham Astra Internasional (ASII) yang naik Rp700(5,6%) ke Rp13.100 dan saham-saham perbankan seperti Bank Mandiri (BMRI) yang naik Rp10 (+0,56%) ke Rp1.790 dan Bank BCA (BBCA) yang naik Rp50 (+1,8%) ke Rp2.825.

IHSG selanjutnya terkoreksi pada Rabu ditutup melemah –15,18 poin (-1,14%) ke level 1.321,45 dengan nilai transaksi hanya senilai Rp745,6 miliar atau terendah sejak November 2005. Nilai transaksi yang rendah dan indeks yang tertekan disebabkan karena beberapa bursa utama regional yang masih libur, seperti bursa saham Hongkong dan Taiwan, membuat perdagangan kekurangan arah di tengah minimnya sentimen positif dalam negeri. Investor memilih profit taking dan keluar sejenak dari bursa untuk wait and see dan mengamankan portofolio mereka, mengantisipasi munculnya kewajiban transaksi marjin akibat koreksi lanjutan bursa.

Namun, Indeks selanjutnya kembali menguat pada perdagangan Kamis dan Jumat dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,2% dan 0,61%. IHSG pada Kamis ditopang oleh kenaikan harga saham perbankan seperti saham Bank BRI (BBRI) yang naik Rp275 (6,5%) ke Rp4.425, saham Bank BNI (BBNI) naik Rp40 (5,48%) ke Rp770, dan saham Bank Mandiri (BMRI) naik Rp30 (+1,67%) ke Rp1.830. Penurunan BBM pada Januari diharapkan akan meningkatkan daya beli masyarakat dan kembali mencatat deflasi serta mendorong Bank Indonesia memangkas kembali BI rate, sehingga dapat menjadi stimulus perbankan untuk menyesuaikan tingkat suku bunga kredit pembiayaannya. Secara teknis, kenaikan saham BBRI pada Kamis dipengaruhi indikator RSI yang sehari sebelumnya, Rabu (28/1), telah berada di area oversold dengan posisi terendah dalam dua bulan terakhir yaitu di level 44.

Selanjutnya, penguatan indeks pada Jumat ditopang oleh selective buying terhadap saham perbankan, pertambangan, dan energi. Saham BBRI naik 0,55% ke Rp4.550 dan BDMN naik 1,11% ke Rp2.275. Saham-saham perbankan menjadi pilihan investor menghadapi pengumuman inflasi dan BI rate pada awal Februari ini. Saham PTBA naik 2,07% ke Rp7.400, saham ADRO naik 2,78% ke Rp740 dan ITMG naik 1,02% ke Rp9.900. Rencana pemerintah untuk menetapkan harga jual DMO (Domestic Market Obligation ) batubara di US$75 per ton dan harga minyak dunia yang bergerak naik 0.75% ke level US$41,7 per barel menjadi katalis positif saham-saham batubara di akhir pekan. Saham PGAS naik 7,32% ke Rp2.200, oleh sentimen positif target Perusahaan Gas Negara untuk meningkatkan kapasitas distribusi gasnya hingga 1,25 miliar kaki kubik per hari pada tahun ini menyusul tuntasnya proyek pembangunan jaringan pipa distribusi Jawa bagian barat.

Ulasan indeks Bisnis 27, edisi 2 februari 2009

Ulasan Indeks Bisnis-27, Edisi 2 Februari 2009
Oleh Harry Setiadi Utomo, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Selama sepekan pertama perdagangannya, indeks Bisnis-27 mencatat pertumbuhan 1,64% ditutup di level 121,79 pada Jumat akhir pekan kemarin. Bisnis-27 mencatat pertumbuhan tertinggi di antara indeks pasar non-sektoral lainnya berturut-turut pada penutupan Kamis dan Jumat. Indeks pada Kamis ditutup menguat 0,75 poin (+0,62%) ke level 120,84 dan Jumat ditutup menguat 0,95 poin (+0,79%) ke level 121,79.

Pada hari pertama perdagangannya, Selasa 27 Januari 2009, indeks dibuka di posisi 119,82 dan ditutup naik +2,6 poin (+2,16%) ke level 122,42. Saham United Tractor (UNTR) tercatat sebagai saham penghasil gain terbesar yaitu 9,57% ke Rp5.150 diikuti oleh saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang naik 8,11% ke Rp10.000 dan saham Adaro Energy (ADRO) yang tercatat naik 7,81% ke Rp690. Kenaikan saham UNTR didongkrak oleh berita laba bersih tahun 2008 yang diprediksi naik 74,49% menjadi Rp2,6triliun dibandingkan dengan tahun 2007 yang sebesar Rp1,49triliun. Indikator Bollinger Band saham ADRO bergerak mendekati upper band yang memberikan sinyal bullish dalam pekan ini. Sentimen jangka pendek pergerakan harga komoditas batu bara di Newcastle Port Australia pada Jumat (23/1) yang menyentuh level US$88,19 per ton atau naik 8,3% dari sepekan sebelumnya ikut mendongkrak saham ADRO, ITMG, dan PTBA pada perdagangan Selasa. Saham PTBA ditutup naik 2,86% ke Rp7.200

Indeks Bisnis-27 ditutup melemah –1,8 poin (-1,5%) ke level 120,09 pada Rabu tertekan oleh aksi koreksi saham-saham di sektor infrastruktur, energi, dan pertambangan. Saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp150 (-2,3%) ke Rp6.350 tertekan oleh sentimen negatif proyeksi penurunan laba bersih TLKM tahun 2008. Saham UNTR terkoreksi Rp150 (-2,9%) ke Rp5.000. Secara teknikal, level Rp5.150 untuk saham UNTR pada Selasa sebelumnya mengindikasikan level overbought dengan indeks RSI (Relative Strenght Index) di level 60 atau tertinggi sejak dua pekan terakhir. Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) ikut menekan indeks dengan koreksi sebesar Rp50 (-2,4%)ke Rp2.025 tertekan sentimen negatif potensi kerugian valuta asing akibat transaksi hedging (lindung nilai). Kondisi yang sama dialami oleh saham Aneka Tambang (ANTM) yang turun Rp20 (-1,8%) ke Rp1.100. Selain itu, koreksi harga nikel di bursa London sebesar 4,2% ke level US$11.400 per ton ikut mendorong aksi jual ANTM serta saham Internasional Nickel Indonesia (INCO) sebesar Rp125 (-4,8%) ke Rp2.475. Saham Astra Internasional (ASII) terkoreksi Rp200 (-1,5%) ke Rp12.900 setelah overbought pada Selasa sebelumnya seiring indeks RSI yang telah mencapai posisi 62 yang juga merupakan level tertinggi dalam 2 pekan terakhir.

Indeks kembali rebound pada Kamis dengan kenaikan 0,75 poin (+0,62%) ditopang oleh saham-saham sektor perbankan. Saham Bank BRI (BBRI) mencatat gain tertinggi sebesar 6,47% ke Rp4.525, diikuti oleh saham Bank BNI (BBNI) dengan gain 5,48% ke Rp770. Secara teknis, saham BBRI telah oversold dalam dua bulan terakhir dengan indikator RSI (Relative Strenght Index) di level 44.

Di akhir pekan, Bisnis-27 naik 0,95 poin (+0,79%) oleh selective buying saham perbankan, pertambangan, dan energi. Saham BBRI naik 0,55% ke Rp4.550 oleh faktor teknis dan juga mengantisipasi pengumuman inflasi dan BI rate di pekan pertama Februari ini, sentimen yang sama juga mendongkrak saham bank lainnya seperti BDMN yang naik 1,11% ke Rp2.275. Saham PTBA naik 2,07% ke Rp7.400, saham ADRO naik 2,78% ke Rp740 dan ITMG naik 1,02% ke Rp9.900. Rencana pemerintah untuk menetapkan harga jual DMO (Domestic Market Obligation ) batubara di US$75 per ton dan harga minyak dunia yang bergerak naik 0.75% ke level US$41,7 per barel menjadi katalis positif saham-saham batubara di akhir pekan. Saham PGAS naik 7,32% ke Rp2.200, oleh sentimen positif target Perusahaan Gas Negara untuk meningkatkan kapasitas distribusi gasnya hingga 1,25 miliar kaki kubik per hari pada tahun ini menyusul tuntasnya proyek pembangunan jaringan pipa distribusi Jawa bagian barat.

Senin, Desember 15, 2008

Apresiasi rupiah angkat indeks saham

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu yang ditutup menguat 60,63 poin (5,04%) ke level 1.262,97. IHSG menguat mulai Selasa pekan lalu hingga Kamis sebesar 114,35 poin ke level 1.316,69, kemudian melemah pada penutupan Jumat ke posisi 1.262,97.

Level 1.316,69 sekaligus merupakan level tertinggi dalam satu bulan terakhir dan menjadi pemicu aksi ambil untung pelaku pasar. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini, pelaku pasar cenderung berorientasi jangka pendek dalam bertransaksi.

Dari internal bursa, penguatan IHSG dipengaruhi oleh apresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS yang bergerak menguat ke level Rp10.900/dolar AS pada perdagangan Selasa dan Rabu, atau menguat 7,2% dari akhir pekan sebelumnya.

Selain itu, faktor teknikal seperti pada saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) turut menopang indeks pada perdagangan awal pekan kemarin. Saham ASII memberikan signal bullish dengan membentuk bottom triangle pada Selasa yang membuka peluang ASII ke level Rp15.000. Tren koreksi saham ASII selama November kemarin membuka peluang untuk rebound ke level tersebut dengan membentuk pola bottom triangle.

Bursa juga ditopang oleh aksi korporasi emiten. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang menjajaki pinjaman bedenominasi rupiah 40% dari total capital expenditure 2009 yang sebesar US$2,5miliar.

Pelaku pasar menyambut baik rencana tersebut karena akan mengurangi risiko kerugian kurs dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Saham TLKM naik 15% sejak Jumat (5 Desember) hingga Rabu pekan lalu ke level Rp6.900.

Dari eksternal bursa, harga minyak yang menguat 17,6% ke US$47,98 per barel pada Kamis dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya, memberikan sentimen positif bagi sektor pertambangan dalam negeri khususnya emiten batu bara.

Rabu, Desember 10, 2008

Ulasan Pasar 9 Desember 2008

Bursa saham bergerak naik tajam sebanyak 63,77 poin (5,3%) ke level 1.266,12. Sebagai salah satu emerging market yang sangat fluktuatif, Bursa Efek Indonesia bergerak menguat menjelang akhir tahun ini oleh ekspektasi window dressing yang akan mendongkrak harga saham di akhir tahun.

Aksi beli juga ditopang oleh sentimen positif penguatan rupiah terhadap dolar AS ke level Rp10.900/US$ atau menguat 8,4% dari posisi akhir pekan kemarin. Saham Bumi Resources (BUMI) naik Rp70 (9,2%) ke posisi Rp 830, Telkom (TLKM) naik Rp 600 (10%) ke posisi Rp 6.600, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 200 (10,8%) ke posisi Rp 2.050, Astra Internasional (ASII) naik Rp 550 (6%) ke posisi Rp 9.700 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 300 (8,8%) ke posisi Rp 3.700.

Secara teknis, saham ASII bergerak naik memberikan signal bullish dengan posisi harga selama 29 hari terakhr membentuk bottom triangle yang akan mendorong ASII ke level Rp15.000. Tren koreksi saham ASII selama November kemarin membuka peluang untuk rebound
ke level tersebut dan pada penutupan kemarin berhasil dikonfirmasi dengan kenaikan Rp550 atau 6%.

Telekomunikasi Indonesia menjajaki pinjaman berdenominasi rupiah 40% dari total capital expenditure 2009 yang sebesar US$2,5miliar. Pelaku pasar menyambut baik rencana tersebut karena akan mengurangi risiko kerugian kurs dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Dari sisi eksternal, penguatan bursa juga didorong oleh sentimen positif indeks bursa regional seperti indeks STI Singapura menguat 5,38%, indeks Taiex Taiwan menguat 1,23%, dan indeks Nikkei-225 yang menguat 0,8%.

Harga minyak dunia bergerak naik 7,1% ke level US$43,71 per barel oleh optimisme pelaku pasar dengan palet stimulus yang banyak dikeluarkan negara-negara maju. Harga minyak yang naik dalam sehari kemarin menjadi katalis positif harga saham-saham energi. Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp200 (11%) ke level Rp2.050.

Selasa, Desember 09, 2008

BI Rate bantu penguatan bursa

Bursa saham bergerak melemah sepanjang pekan kemarin dengan koreksi IHSG sebesar 3,2%. Nilai ini terkoreksi 39,2 poin ditutup ke level 1.202,34 pada Jumat pekan lalu. Nilai transaksi harian rata-rata Rp1 triliun dan pelaku pasar cenderung menarik diri dari bursa serta wait and see terhadap perkembangan kondisi ekonomi global. Posisi ini membuat perdagangan lebih bersifat jangka pendek dan fluktuatif.

Aksi profit taking dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS mewarnai tekanan pada indeks awal pekan. Laju inflasi bulan November yang melambat sebesar 11,68% (y-o-y) dibandingkan Oktober yang sebesar 11,77% (y-o-y) tidak berhasil memberikan sentimen positif bagi indeks oleh karena rupiah masih bergerak melemah 3,1% ke level Rp12.480/US$ pada awal pekan.

Laba bersih Bumi Resources yang menyusut pada triwulan-III 2008 sebesar 39% menjadi $490,147 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu memicu koreksi saham BUMI dan mempengaruhi pergerakan indeks.

Dari eksternal bursa, meningkatnya jumlah pengangguran di AS dan harga minyak yang semakin melemah ke level US$43 per barel merefleksikan resesi global yang juga telah membayangi perekonomian Indonesia.

Ekspor non migas ke AS turun sebesar 33% dan ke China sebesar 37% pada bulan Oktober 2008. Bank Sentral Australia memangkas suku bunganya sebesar 100 bps menjadi 4,25%, yang merupakan nilai terendah dalam 6 tahun terakhir mengkonfirmasi pelambatan ekonomi di negara tersebut

Di tengah tekanan pada bursa, IHSG berhasil ditutup menguat pada penutupan perdagangan Kamis pekan lalu ditopang oleh keputusan Bank Indonesia yang memangkas BI rate sebesar 25 bps ke level 9,25%, yang merupakan pemangkasan pertama sejak Desember 2007. IHSG ditutup menguat 12,80 poin (1,07%) ke level 1.205,32.

Sektor perbankan mencatat penguatan signifikan 3,54% pada Kamis didorong oleh ekspektasi meningkatnya permintaan kredit perbankan dan daya beli masyarakat karena likuiditas yang lebih longgar.

Selasa, Desember 02, 2008

Saham Bumi dan Indosat topang indeks

Bursa saham sepanjang pekan terakhir November 2008, bergerak menguat dengan kenaikan IHSG sebesar 95,27 poin (8,3%) dan ditutup ke level 1.241,54. Faktor penggerak bursa terutama berasal dari aksi korporasi beberapa emiten besar seperti Bumi Resources, Indosat, dan Indofood.

Harga saham Bumi ditutup menguat 9,78% ke level Rp1.010 pada Jumat pekan lalu, menjelang penutupan transaksi penjualan ke Northstar Pacific Partners Ltd yang diakhiri dengan kesepakatan membentuk perusahaan yang dibentuk dengan tujuan khusus (special purpose vehicle/SPV) antara Bakrie & Brothers dan Northstar untuk menempatkan 19,27% saham BUMI yang diambil alih oleh Northstar dari Odickson Finance SA.

Nilai transaksi saham BUMI di bursa mencapai Rp684,7 miliar pada perdagangan Jumat dan selama sepekan terakhir, saham BUMI menguat 42,3% dari posisi awal pekan Rp710.Sementara itu, Qatar Telecom akan melaksanakan penawaran tender untuk saham Indosat di level Rp7.388 per saham. Saham ISAT pada akhir pekan lalu ditutup ke posisi Rp5.100, atau menguat 18,6% dalam sepekan.Indofood berencana menggunakan US$74 juta atau Rp900 miliar untuk melakukan buyback 10% saham yang akan dimulai awal pekan ini. Harga saham perusahaan mi instan itu pada akhir pekan kemarin menguat 4,3% ditutup ke level Rp970 atau menguat 5,4% dalam sepekan.

Penguatan rupiah

Selain aksi korporasi, faktor penguat indeks juga berasal dari penguatan terbatas kurs rupiah terhadap dolar AS sepanjang pekan kemarin 2,3% ke posisi Rp12.360 per dolar AS dari posisi awal pekan Rp12.650/US$.
Dari eksternal bursa, pemangkasan suku bunga bank sentral China sebesar 108 poin ke level 5,58% dan tren bullish pergerakan harga minyak dunia ikut memengaruhi penguatan indeks selama sepekan.

Harga minyak di bursa New York berhasil menguat 10,2% pada Rabu (26/11) ke level US$54,44 per barel dari posisi Kamis pekan sebelumnya (20/11) di level US$49,42 per barel. Pemangkasan suku bunga bank sentral China dan tren bullish harga minyak tersebut memberikan sentimen penguatan pada bursa regional yang ikut berdampak pada penguatan IHSG.Sepanjang pekan lalu, indeks saham Hang Seng naik 11,5%, Nikkei-225 naik 7,6%, dan STI naik 6,9%.